Selasa, 13 Maret 2012

Minggu padat

Awal bulan, saya menghadiri pernikahan sepupu di luar kota. Acaranya sederhana dan lumayan meriah karena banyak tamu yang hadir, terutama keluarga besar. Saya sempat bertemu nenek dan mantan pacar yang datang bersama istrinya. It was another awkward situation. What did I do? Keep smiling! Untungnya suasana bisa dicairkan setelah kami mengobrol walaupun hanya sebentar.
Bersama adik kesayangan yang kadang menyebalkan hehehe.... I luv you, sis.

Sepupu saya terlihat sangat cantik. Gaun putihnya bagus.

Selama libur itu, saya sempat berendam air panas di Cipanas bersama sahabat dan berkunjung ke rumahnya. Keponakannya lucu banget. Baru kali ini bertemu bayi yang hobinya suka tertawa. Ihhh... gemesss....

Waktu di rumah sahabat, kakaknya sedang bereksperimen membuat kalung dan bros dari kain batik. Saya ikut mencoba untuk membuat bros. Ternyata sangat mudah. Ini hasilnya.



Pulang dari luar kota, saya terserang flu karena kecapekan dan sering kehujanan. Kemarin malam, saya terkena vertigo. Dunia serasa berputar. Dulu saya pernah terserang vertigo gara-gara menonton serial Meteor Garden, hampir nonsetop. Alhamdulillah... saat ini kondisi tubuh semakin membaik.
Btw, beberapa teman dan rekan kerja mulai mengeluh karena saya sulit dihubungi. Maaf, Hp saya tertinggal di Bandung. Saya juga lupa beberapa kata kunci akun email dan twitter. Harap maklum :D

Jumat, 17 Februari 2012

antiharivalentin

"Apakah (kamu) merayakan hari valentin?" Tanya seorang sahabat, Kim, via bbm.
"Enggak," kata saya, datar.

Pada 14 Februari kemarin, tidak ada perayaan valentin. Seiring bertambahnya umur, pemaknaan terhadap hari valentin pun berubah. Berkasih sayang terhadap hal-hal spesial, bisa dilaksanakan setiap hari, tidak perlu menunggu hari valentin. "Pengerdilan cinta" kalau meminjam istilah teman saya.

Namun, bukan berarti saya tidak pernah merayakannya. Pengalaman valentin yang berkesan justru terjadi saat SMA kelas 1. Itu berarti 10 tahun yang lalu...

Saya ikut merayakan hari valentin bersama para sahabat. Saat itu, kami kompak memakai pakaian atau aksesori berwarna ungu. Bisa dibilang kami melakukan gerakan antivalentin. Di sekolah, nuansa perayaan valentin sangat terasa karena menjamurnya penjual bunga dan cokelat dadakan. Warna serbapink dan merah betebaran.

Bunga dan cokelat dari sahabat saya menjadi hadiah spesial. Bukan karena dua benda itu yang bernilai, melainkan "perjuangan" sahabat saya itu untuk memberikannya kepada saya pada malam hari.

Selain itu, beberapa hari sebelum hari-H, saya sempat menulis pesan khusus untuk seseorang yang nantinya akan dipajang di majalah dinding (mading) sekolah.


Isinya masih saya ingat karena merupakan kutipan dari film "Patch Adams". (Norak banget dan sok romantis :p)


To A cute boy at 3ipa2
"I love you without knowing how, or when, or from where."
from Lychee girl 1-5

Ahhh... so sweet. Saat menulisnya, jantung saya berdebar-debar.


Lebih berdebar lagi saat saya dan sahabat memotret cowok bertopi nike warna biru tua itu secara diam-diam. Saat akan dicetak, negatif filmnya terhapus. Hehehe...Bukan rezeki.

Kisah pun berlanjut. Kakak kelas pujaan itu akhirnya mengetahui kalau saya menyukainya. Malu. saya pun sering salah tingkah sendiri kalau melihat dia sedang beredar di sekitar kelas. Bagai hujan petir di siang hari ketika mengetahui kami berbeda keyakinan (agama). Saya mulai menjaga jarak alias menghindar. Mungkin hingga kini, ia tak tahu alasan saya memalingkan wajah saat mata kami bertemu. Saya mengalami defense mechanism yang akut. Maaf.

Baru tahu. Ternyata penggalan dialog itu masih ada terusannya.


I love you straightforwardly without complexities or pride. I love you because I know no other way then this. So close that your hand, on my chest, is my hand. So close, that when you close your eyes, I fall asleep.


Sejarah terus berulang....zZzzzZZZZ...

Kamis, 02 Februari 2012

Eh hujan, gerimis aje...




Musim hujan kembali menyapa Jakarta, termasuk kamar saya. Air dari lantai dua merembes ke kamar melalui pipa kabel untuk lampu. Sedikit kaget ketika melihat lampu di kamar saya mengeluarkan air. Buru-buru saya mematikan listrik dan mengambil ember untuk menadah air yang semakin lama tidak lagi berupa tetesan. Hari itu saya tak jadi berangkat kerja. Ketika melihat keadaan di lantai dua, tak ubahnya bagai kolam kecil. "Bisa buat taruh ikan lele," celetuk seorang teman sambil menyelamatkan barang-barang dari kamarnya yang paling parah terkena air akibat atap bocor.

Setiap lima tahun sekali, Jakarta mengalami musibah banjir. Semoga tahun ini musibah itu bisa diantisipasi oleh "ahlinya".

Ini lagu dan video klip favorit saya dari trio asal Korea Selatan, Epik High. Saya tidak tahu arti dari lirik lagu yang berjudul "umbrella" ini. Cukup menikmati musik dan visualisasinya yang bagus.

Hai

Akhirnya kembali juga ke sini...